PENGENDALIAN HAYATI

Oleh: Ir. Otto Marwoto MP )*

1. PENGERTIAN

  1. Pengendalian Hayati (Biological Control) adalah pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) oleh musuh alami atau agensia pengendali hayati. Tetapi bias juga disebut mengendalikan hama dan penyakit tanaman dengan cara biologi, yaitu memanfaatkan musuh-musuh alami. Dalam hal ini yang dimanfaatkan yaitu Musuh Alami, sedangkan yang menggunakan atau memanfaatkan adalahmanusia. Jadi jelas ada campur tangan manusia dalam setiap pengendalian hayati.
  2. Pengendalian Hayati Terapan adalah pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan menggunakan agensia hayati. Dalam hal ini diperlukan adanya campur tangan manusia dalam penyediaan dan pelepasan musuh alami.
  3. Agensia Pengendali Hayati (Biological Control Agens) adalahsetiap organisme yang meliputi spesies, subspesies, varietas, semua jenis serangga, protozoa, cendawan, bakteri, virus serta organisme lainnya yang dalam tahap perkembangannya dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu dalam proses produksi, pengelolaan hasil pertanian dan berbagai keperluannya. Dalam memanipulasi/ rekayasa teknologi musuh alami (Predator, Parasitoit, Cendawan, Virus, Bakteri, dll) menjadi agens hayati. Untuk pengendalian OPT perlu adanya campur tangan manusia
Read More»

EKOTEKNOLOGI = EKOSISTEM

 

Oleh: Ir. Otto Marwoto Mp, dkk )*

 

Ekoteknologi merupakan istilah yang menyatakan teknologi selaku faktor perantara antara ekologi dan ekonomi. Dengan demikian, berarti ekologi memperoleh wawasan ekonomi dan ekonomi memperoleh wawasan ekologi. Kebetulan kata ekologi dan ekonomi berasal dari kata yang sama dalam bahasa Yunani, yaitu oikos, yang berarti rumah, rumahtangga dan budidaya. Selain itu, macam teknologi yang dimiliki oleh suatu masyarakat mempunyai implikasi, baik keadaan ekologinya maupun sistem ekonominya.

Read More»

PENGENDALIAN HAMA TERPADU

Oleh: Ir. Otto Marwoto MP; Ir. Dwi Hariyanto; Ir. Sri Hartati; Sulistyo Winarno Sp. Djoko Darmanto

Perlindungan tanaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem dan usaha pertanian. Perlindungan tanaman berperan dalam menjaga kuantitas, kualitas, kontinuitas hasil dan efisiensi produksi. Oleh karena itu perlindungan tanaman harus selalu menjadi salah satu faktor pertimbangan dan menjiwai setiap usaha budidaya tanaman dan pemasaran hasil.

Read More»

REKOMENDASI PEMUPUKAN KELAPA SAWIT

PADA TANAH MARJINAL

 

Tekstur Inceptisol

Read More»

The Utilization Of Sludge Waste

(Pulp & Paper Mill) To Becames Compost

by: Andreas Gunapradangga, Ir

BACKROUND:

  • Sludge, waste from pulp – paper mill has become a social and environmental problem.
  • Sludge which contains certain charateristics can be decomposed to become Fine Compost; sludge is not waste but a new form of resources.
  • Soil mineral in general contains low level of Organic Materials (BO = 1,00% s/d 2,00%). Sometimes they are even categorized very low (BO < 1,00%). Therefore, the use of organic compost is essential to improve soil fertility, be it chemically or biologically.
  • Others local resourcesfrom pulp and paper mill (boiler ash and saw mill) are good compost materials.

Read More»
Page 1 of 512345