March 2014

Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan sintetis. Tujuan utama dari pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Diperoleh informasi bahwa makin banyak petani terutama di daerah produksi sayuran yang keracunan pestisida dan cukup tinggi kadar racun di dalam darah petani yang bersangkutan.

Read More»

Sertifikasi Organik

Pada umumnya konsumen yang lebih suka membeli produk organik di dasarkan pada dua alasan utama yaitu asal produk dan kualitas produk. Produk berasal dari budidaya yang secara ekologi, social dan ekonomi berkelanjutan, dan kualitas produk baik termasuk nilai nutrisi dan keamanannya terhadap racun.

Untuk memperoleh produk yang memenuhi dua kriteria tersebut, pada awal perkembangan pertanian organik, konsumen biasanya melakukan inspeksi sendiri dengan mendatangi lokasi pertanian organik untuk mengetahui asal produk dan meyakinkan bahwa produk yang dihasilkan memang berkualitas. Hal ini dilakukan karena kenampakan produk pertanian organik pada umumnya sulit dibedakan dengan produk pertanian konvensional.

Read More»

Pemunculan Organisme Pengganggu Tanaman

Oleh Andreas Gunapradangga, Ir

Komoditas Tingkat Tumbuh Tanaman OPT yang menyerang
Kentang Fase Pra Tumbuh (0 – 21 HST)
Fase Pra Pembentukan Umbi (21 – 35 HST) Ulat tanah, penyakit busuk daun, layu bakteri, virus, layu fusarium, bercak kering
Fase Pembentukan Umbi (35 – 60 HST) Kutu daun persik, hama trips, kumbang kentang, ulat penggerek umbi, penyakit layu bakteri, virus, bercak kering, layu fusarium, nematoda bintil akar
Read More»

Lima Hormon  Pengontrol Siklus Hidup Tumbuhan

Produksi hormon dihasilkan sebagai respons terhadap berbagai faktor lingkungan, semisal kelebihan nutrisi, kondisi kekeringan, cahaya, suhu, dan stres. Maka bisa dikatakan ketersedian hormon sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan musim.
Hormon maupun zat serupa biasa digunakan dalam industri pertanian untuk meningkatkan produktivitas tumbuhan. Misalnya, untuk mengontrol tingkat kematangan buah tomat biasanya digunakan etilen (ethylene) atau senyawa kimia C2H4.

Read More»

Integrated Farming System

(Sistim Pertanian Terpadu)

Revolusi Hijau (Green Revolution) sebagai konsep development yang diperkenalkan Amerika bagi negara ketiga dalam bentuk program industrialisasi dan modernisasi pertanian memang telah membuahkan hasil yang menakjubkan. Di Indonesia melalui program BIMAS, INMAS, INSUS maupun SUPRA INSUS, telah meningkatkan produktifitas pertanian (padi) meningkat hingga dua kali lipat dibanding produksi pada tahun 1960-an. Bahkan puncaknya, negara kita berhasil mengubah dari negara pengimport beras menjadi berswasembada pada tahun 1984.

Read More»

Pemanfaatan NPV (Nuclear Polyhedrosis Virus)

Oleh: Dwi Hariyanto, Sri Hartati, Marwoto **)

SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI

Sampai saat ini penanganan OPT masih tergantung pada insektisida Kimiawi semata, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif, ekonomis dan ekologis. Teknologi pengendalian OPT yang didasarkan atas konsep pengendalian hama terpadu masih belum merata, sehingga belum dapat diterapkan sepenuhnya.

Dalam menangani OPT penggunaan insektisida kimiawi bukan satu-satunya cara yang dianjurkan, namun ada cara lain yaitu dengan memanfaatkan musuh alami, salah satu cara yang dikembangkan yaitu dengan memanfaatkan pathogen serangga terutama golongan virus.

Read More»

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI DAN PENGENDALIANNYA

Berisi Tulisan mengenai Pengendalian Hama dan penyakit yang ada pada tanaman Padi di mulai dari Bioekologi hama dan penyakit tanaman padi, pengendalian baik secara kimia maupun pengendalian secara hayati.

Oleh: Andreas Gunapradangga, Ir

Read More»

PEMANFAATAN BACCILLUS THURINGIENSIS

UNTUK PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN

** Andreas Gunapradangga, Ir

Komponen pengendalian Biologis didalam program managemen hama untuk komoditas utama merupakan tujuan yang bersifat khas dalam produksi pertanian yang telah maju. Oleh karena itu ini merupakan unsur yang penting ditinjau dari alasan – alasan ekonomi, pendayagunaan yang menyeluruh dan ramah lingkungan. Sering penggunaan pestisida anorganik tidak dapat dikurangi / sulit dikurangi karena telah terjadinya ketergantungan petani dalam mengelola usaha taninya dan mereka tanpa memikirkan tentang keefektifan dari musuh alami.

Read More»

JAMUR AKAR PUTIH TANAMAN KARET

Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) yang disebabkan oleh /Rigidoporus microporus/ (Sw.Fr.) Overeem merupakan salah satu penyakit terpenting pada tanaman karet. Di Sumatera Utara dan Aceh, kerugian akibat serangan patogen tersebut berkisar antara 4-7% (Basuki, 1986).

Read More»

GANODERMA KELAPA SAWIT

Pengenalan dan Penanggulangan Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma) pada Tanaman Kelapa Sawit. Penyakit ini merupakan penyakit terpenting di perkebunan kelapa sawit Indonesia. Pada areal yang terserang, setiap tahun 1-2 persen tanaman kelapa akan mati. Di areal pertanaman kelapa sawit generasi pertama atau kedua tingkat serangan akan lebih tinggi dan lebih cepat. Serangan berat dapat mengakibatkan populasi tanaman yang berumur kurang dari 15 tahun hingga 20-30 persen.

Read More»