BEAUVERIA BASSIANA

Beauveria bassiana

flatten pack BV

aproach ok

Salah satu agensia hayati dari kelompok cendawan yang diketahui berpotensi

mengendalikan organisme pengganggu tanaman adalah Beauveria bassiana.

Pengelolaan Beauveria bassiana bertujuan untuk mendapatkan teknologi

pengendalian hama spesifik lokasi dan sebagai alternatif pengendalian hama

yang murah, efektif dan aman.

.

Taksonomi dan Karakteristik :

Cendawan Beauveria bassiana tergolong cendawan imperfecti yaitu cendawan yang fase

seksualnya tidak / belum diketahui. Cendawan tersebut termasuk kelas Deuteromycetes,

Kelas : Deuteromycetes (fungi imperfecti )

Ordo : Moniliales

Fam : Moniliaceae

Genus : Beauveria

Species : Beauveria bassiana

Karakteristik utama yang digunakan dalam identifikasi cendawan ini adalah

bentuk konidiofornya yang bercabang-cabang dengan pola zig-zag (Sympodial )

Konidia bentuk bulat tanpa sekat muncul dari setiap ujung percabangan

konidiofor. Konidia berwarna hyaline dan massa spora berwarna putih ,

kuning pucat, kadang-kadang berwarna merah muda atau kemerah merahan.

.

Manfaat :

Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopathogen (cendawan yang dapat

menyebabkan infeksi dan membunuh hama khususnya serangga). Cendawan ini telah

banyak digunakan untuk mengendalikan hama- hama pertanian antara lain:

wereng batang coklat, penggerek batang, walang sangit,, wereng daun, penggulung daun,

kepinding tanah, Aphis sp, Myzus sp. Ulat grayak (Spodoptera sp), Trips sp, dll.

Di samping itu juga dapat mengendalikan hama – hama tanaman perkebunan seperti :

Uret, Bubuk buah kopi, Helopeltis sp. dan berbagai organisme pengganggu

tanaman perkebunan lainnya.

mehcanism

Infeksi cendawan Beauveria bassiana pada serangga, melalui penetrasi integumen, yang

sebelumnya didahului dengan proses kontak propagule pada tubuh serangga pada kondisi

yang cukup (suhu RH), akan terjadi perkecambahan. Pada proses penetrasi ini akan terjadi

proses enzimatik hingga mampu menembus kutikula. Setelah proses penetrasi maka dalam

tubuh serangga akan tumbuh Blastopora (tubuh hifa yang menyerupai yeast) yang masuk ke

seluruh tubuh serangga melalui aliran haemolymphe dan di samping itu cendawan akan

mengeluarkan toksin. Jenis-jenis toksin yang dikeluarkan antara lain : Beauvericin dan asam

oksalat. Dalam keadaan ini serangga sakit dan lama-lama mati (proses parasitic).

Setelah serangga mati, cendawan masih menggunakan nutrisi yang ada untuk mematikan

mikro organisme yang lain (proses saprofitik). Setelah siklus saprofitik ini terlampui maka

akan muncul massa spora yang menembus integumen yang berwarna putih .

Serangga yang terserang cendawan Beauveria bassiana akan menunjukan gejala serangga

mati dengan tubuh mengeras seperti mumi dan cendawan tumbuh menutupi tubuh unang

dengan warna cendawan berwarna putih.

 

aplication

Efektifitas Beauveria bassiana di lapang sangat dipengaruhi oleh tingkat

virulensi, viabilitas dan konsentrasi spora.

Dosis penggunaan Beauveria bassiana  powder yaitu 100 g Beauveria  bassiana

disuspensikan dalam ± 10 liter air (satu tangki)  atau 3-4 kg/ha dengan kebutuhan

larutan semprot 400 – 500 liter. Dalam aplikasi dilapang perlu ditambah detergen

untuk menghilangkan ketegangan permukaan spora sehingga terpisah satu dengan

yang lain, disamping itu perlu ditambah gula pasir untuk nutrisi tambahan bagi

Beauveria bassiana (untuk tiap tangki ukuran + 10 liter ditambahkan 1 (satu )

sendok teh detergen dan 2 (dua ) sendok teh gula pasir ). Waktu aplikasi

sebaiknya pada sore hari untuk menghindari sinar ultra violet yang akan

menurunkan efektifitas cendawan Beauveria bassiana.

 

   100persen underlicen  ppgmutu