Organic Farming

Keunggulan Tanaman Buah dalam Pot

  1. Pemanfaatan lahan sempit
  2. Pemanfaatan bahan bekas
  3. Tingkat kehilangan unsur hara rendah
  4. Mudah Perawatannya
  5. Menambah Estetika, mudah dipindah
  6. Sumber gizi keluarga
  7. Mendatangkan keuntungan ekonomis
Read More»

PENGENDALIAN HAYATI

Oleh: Ir. Otto Marwoto MP )*

1. PENGERTIAN

  1. Pengendalian Hayati (Biological Control) adalah pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) oleh musuh alami atau agensia pengendali hayati. Tetapi bias juga disebut mengendalikan hama dan penyakit tanaman dengan cara biologi, yaitu memanfaatkan musuh-musuh alami. Dalam hal ini yang dimanfaatkan yaitu Musuh Alami, sedangkan yang menggunakan atau memanfaatkan adalahmanusia. Jadi jelas ada campur tangan manusia dalam setiap pengendalian hayati.
  2. Pengendalian Hayati Terapan adalah pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan menggunakan agensia hayati. Dalam hal ini diperlukan adanya campur tangan manusia dalam penyediaan dan pelepasan musuh alami.
  3. Agensia Pengendali Hayati (Biological Control Agens) adalahsetiap organisme yang meliputi spesies, subspesies, varietas, semua jenis serangga, protozoa, cendawan, bakteri, virus serta organisme lainnya yang dalam tahap perkembangannya dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu dalam proses produksi, pengelolaan hasil pertanian dan berbagai keperluannya. Dalam memanipulasi/ rekayasa teknologi musuh alami (Predator, Parasitoit, Cendawan, Virus, Bakteri, dll) menjadi agens hayati. Untuk pengendalian OPT perlu adanya campur tangan manusia
Read More»

Oleh: Ir. Otto Marwoto Mp, dkk )*

Ekoteknologi merupakan istilah yang menyatakan teknologi selaku faktor perantara antara ekologi dan ekonomi. Dengan demikian, berarti ekologi memperoleh wawasan ekonomi dan ekonomi memperoleh wawasan ekologi. Kebetulan kata ekologi dan ekonomi berasal dari kata yang sama dalam bahasa Yunani, yaitu oikos, yang berarti rumah, rumahtangga dan budidaya. Selain itu, macam teknologi yang dimiliki oleh suatu masyarakat mempunyai implikasi, baik keadaan ekologinya maupun sistem ekonominya.

Read More»

PENGENDALIAN HAMA TERPADU

Oleh: Ir. Otto Marwoto MP; Ir. Dwi Hariyanto; Ir. Sri Hartati; Sulistyo Winarno Sp. Djoko Darmanto

Perlindungan tanaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem dan usaha pertanian. Perlindungan tanaman berperan dalam menjaga kuantitas, kualitas, kontinuitas hasil dan efisiensi produksi. Oleh karena itu perlindungan tanaman harus selalu menjadi salah satu faktor pertimbangan dan menjiwai setiap usaha budidaya tanaman dan pemasaran hasil.

Read More»

Rekomendasi Pemupukan Kelapa Sawit Pada Lahan Marjinal

 

Tekstur Inceptisol

Read More»

The Utilization Of Sludge Waste

(Pulp & Paper Mill) To Becames Compost

by: Andreas Gunapradangga, Ir

BACKROUND:

  • Sludge, waste from pulp – paper mill has become a social and environmental problem.
  • Sludge which contains certain charateristics can be decomposed to become Fine Compost; sludge is not waste but a new form of resources.
  • Soil mineral in general contains low level of Organic Materials (BO = 1,00% s/d 2,00%). Sometimes they are even categorized very low (BO < 1,00%). Therefore, the use of organic compost is essential to improve soil fertility, be it chemically or biologically.
  • Others local resourcesfrom pulp and paper mill (boiler ash and saw mill) are good compost materials.

Read More»

Standart Operating Procedures (SOP)

Pembuatan Pupuk Hayati

 

I. BAHAN BAKU

Secara umum bahan utama pembuatan Pupuk Organik Fine Compost adalah limbah organik, khususnya limbah ternak sapi/lembu (berupa: faeces, urine dan sisa pakan). Limbah ternak sapi bersifat Carboneous, material ini sangat melimpah dan memiliki kandungan carbon organik dari materi serat yang tinggi, tidak ada masalah polusi logam berat dan antibiotik. Kandungan phospor yang rendah bisa disuplai dari sumber lain (seperti Batuan Phospat alam /Rock Phospat). Pupuk organik yang berasal dari feces sapi sangat baik untuk meningkatkan kesuburan fisik dan biologis tanah.

Read More»

Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan sintetis. Tujuan utama dari pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Diperoleh informasi bahwa makin banyak petani terutama di daerah produksi sayuran yang keracunan pestisida dan cukup tinggi kadar racun di dalam darah petani yang bersangkutan.

Read More»

Sertifikasi Organik

Pada umumnya konsumen yang lebih suka membeli produk organik di dasarkan pada dua alasan utama yaitu asal produk dan kualitas produk. Produk berasal dari budidaya yang secara ekologi, social dan ekonomi berkelanjutan, dan kualitas produk baik termasuk nilai nutrisi dan keamanannya terhadap racun.

Untuk memperoleh produk yang memenuhi dua kriteria tersebut, pada awal perkembangan pertanian organik, konsumen biasanya melakukan inspeksi sendiri dengan mendatangi lokasi pertanian organik untuk mengetahui asal produk dan meyakinkan bahwa produk yang dihasilkan memang berkualitas. Hal ini dilakukan karena kenampakan produk pertanian organik pada umumnya sulit dibedakan dengan produk pertanian konvensional.

Read More»

Pemunculan Organisme Pengganggu Tanaman

Oleh Andreas Gunapradangga, Ir

Komoditas Tingkat Tumbuh Tanaman OPT yang menyerang
Kentang Fase Pra Tumbuh (0 – 21 HST)
Fase Pra Pembentukan Umbi (21 – 35 HST) Ulat tanah, penyakit busuk daun, layu bakteri, virus, layu fusarium, bercak kering
Fase Pembentukan Umbi (35 – 60 HST) Kutu daun persik, hama trips, kumbang kentang, ulat penggerek umbi, penyakit layu bakteri, virus, bercak kering, layu fusarium, nematoda bintil akar
Read More»