Solution

Treatment of Wastewater on Pig Farm based on biotechnology.  This video will explain how to treat waste environmentally friendly pig farms at low cost by utilizing probiotics

Aplikasi PROBIOTIK

Via Air Minum Untuk Unggas

  1. Pembuatan minuman untuk 1.000 ekor ayam per hari

    (asumsi pakan @ 120 gram perhari dan air minum 240 ml per ekor ayam) —–> kebutuhan minum ayam 250 – 300 liter per hari

Read More»

Uji Coba Pakan Menggunakan Serat Sawit Dan Lumpur Sawit

OLEH : Andreas Gunapradangga ,Ir

 

Saat ini usaha peternakan ruminansia banyak menghadapi masalah dalam penyediaan hijauan makanan ternak maupun terbatasnya sumber pakan penguat, sehingga peternakan tidak dapat efisien dan perkembangannya mengalami banyak hambatan.

Read More»

Fermentasi Ampas Tebu untuk Pakan Ternak Sapi

Andreas Gunapradangga, Ir

Proses fermentasi ampas tebu, prinsipnya sama dengan fermentasi jerami. Hanya karena ampas tebu kandungan Ligninnya tinggi ( +/- 19,7%), Proteinnya rendah (+/- 2 %) dan Total Digestible Nutrientnya (TDN) juga rendah (+/- 28 %)dibanding jerami padi, maka perlu perlakuan khusus agar:

Read More»

Metode Pembuatan Pakan Ternak Sapi

Berbahan Limbah Ampas Sagu

  1. Pembuatan UNTUK 1.000 kg bahan dasar limbah ampas sagu

  1. Sediakan bahan/ alat yaitu :

  1. Drum Plasltik ukuran 200 liter, mempunyai tutup, atau bak penampungan minimal untuk 1 ton bahan ampas sagu

  2. Probiofeed 6 kg

  3. Dedak 6 kg

  4. Urea 6 Kg

Read More»

Beternak Mikroba Dalam Rumen

Tujuan tulisan ini adalah untuk memberi gambaran (mungkin juga) inspirasi tentang utilisasi pemanfaatan hasil ikutan usaha pertanian atau perkebunan melalui ternak ruminansia agar dapat diubah menjadi produk-produk yang bermutu dan bermanfaat bagi umat manusia.

Jumlah penduduk yang besar dan pertambahan penduduk yang pesat akan semakin memperkecil kesempatan penggunaan bahan pangan (foods) untuk dipakai sebagai bahan pakan (feeds).

Read More»

Pemanfaatan NPV (Nuclear Polyhedrosis Virus)

Oleh: Dwi Hariyanto, Sri Hartati, Marwoto **)

SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI

Sampai saat ini penanganan OPT masih tergantung pada insektisida Kimiawi semata, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif, ekonomis dan ekologis. Teknologi pengendalian OPT yang didasarkan atas konsep pengendalian hama terpadu masih belum merata, sehingga belum dapat diterapkan sepenuhnya.

Dalam menangani OPT penggunaan insektisida kimiawi bukan satu-satunya cara yang dianjurkan, namun ada cara lain yaitu dengan memanfaatkan musuh alami, salah satu cara yang dikembangkan yaitu dengan memanfaatkan pathogen serangga terutama golongan virus.

Read More»

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI DAN PENGENDALIANNYA

Berisi Tulisan mengenai Pengendalian Hama dan penyakit yang ada pada tanaman Padi di mulai dari Bioekologi hama dan penyakit tanaman padi, pengendalian baik secara kimia maupun pengendalian secara hayati.

Oleh: Andreas Gunapradangga, Ir

Read More»

PEMANFAATAN BACCILLUS THURINGIENSIS

UNTUK PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN

** Andreas Gunapradangga, Ir

Komponen pengendalian Biologis didalam program managemen hama untuk komoditas utama merupakan tujuan yang bersifat khas dalam produksi pertanian yang telah maju. Oleh karena itu ini merupakan unsur yang penting ditinjau dari alasan – alasan ekonomi, pendayagunaan yang menyeluruh dan ramah lingkungan. Sering penggunaan pestisida anorganik tidak dapat dikurangi / sulit dikurangi karena telah terjadinya ketergantungan petani dalam mengelola usaha taninya dan mereka tanpa memikirkan tentang keefektifan dari musuh alami.

Read More»

JAMUR AKAR PUTIH TANAMAN KARET

Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) yang disebabkan oleh /Rigidoporus microporus/ (Sw.Fr.) Overeem merupakan salah satu penyakit terpenting pada tanaman karet. Di Sumatera Utara dan Aceh, kerugian akibat serangan patogen tersebut berkisar antara 4-7% (Basuki, 1986).

Read More»