METARHIZIUM

Metarhizium Anisopliae

flatten pack metarizium

 aproach ok

Metarrhizium anisopliae. atau biasa disebut ’’Muscardin Hijau’’, merupakan salah satu

cendawan entomophatogenik yang dapat digunakan dalam mengendalikan serangga hama.

Taksonomi dan karakteristik :

Kelas : Deuteromycetes (fungi imperfecti )

Ordo : Moniliales

Fam : Moniliaceae

Genus : Metarrhizium

Species : Metarrhizium anisopliae ( Metch .) Sor.

M. anisopliae bersifat parasit pada serangga dan saprofitik dalam tanah. Mycelia dan hyphe

bersekat terdapat di dalam atau di luar tubuh inang. Konidiophora berbentuk lonjong

(fialide) tunggal, berpasangan atau membentuk karangan bunga dan muncul pada

ujung hyphe. Konidia sebagai alat untuk berkembangbiak yang tumbuh pada ujung

konidiophora berbentuk bulat telur panjang atau silindris, berantai, terdiri dari satu sel,

berwarna cerah dan massanya berwarna hijau olive.

Pertumbuhan dan perkembangan sangat dipengaruhi kelembaban dan suhu. Kelembaban yang

tinggi dan suhu tinggi sangat mendorong pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu optimum

untuk biakan murni adalah 24-260C dan untuk perkembangan normal diperlukan suhu 10-300C.

Kemampuan spora untuk berkecambah akan rusak apabila diperlakukan  suhu 55-60 0C selama

lima menit. Pertumbuhan normal muscardin hijau memerlukan pH 4,7-10.

Sedangkan untuk pertumbuhan optimum diperlukan pH 6,9 – 7,4. Kelembaban 70% serta keadaan

langit yang tertutup awan.

Manfaat :

Metarrhizium anisopliae dapat mengendalikan lebih dari 50 jenis serangga, di antaranya

dikembangkan petani untuk mengendalikan: Kumbang gandum (Anisopliae Austriaca),

Hama tebu (CleanusPunctiventris), Kumbang tanduk (Oryctes Rhinocheros), hama bubuk kopi,

helopeltis bahkan sudah digunakan untuk mengendalikan caplak, tungau, wereng batang coklat,

wereng hijau, walang sangit,penggerek batang, aphis sp, Myzus sp, Ulat grayak (Spodoptera sp).

Uret, Ulat jengkal, dll.

08mehcanism

Penetrasi/cara masuknya cendawan M. anisopliae dapat melalui pencernakan makanan, kulit dan

tracea. Dengan proses sebagai berikut : konidia berkecambah membentuk pembuluh yang disebut

appresoria. Pembuluh dilengkapi alat berbentuk runcing seperti jarum yang disebut infection peg.

Dalam penetrasi terjadi pemasukan enzym, bahan kimia dan toksin akan menyebabkan kematian.

Adapun toksin yang dihasilkan oleh cendawan ini adalah destruxin A dan B.

Serangga terserang cendawan Metarrhizium anisopliaeakan menunjukan gejala serangga mati

dengan tubuh mengeras seperti mumi, cendawan tumbuh menutupi tubuh inang dengan warna

cendawan berwarna hijau.

10aplication

Efektifitas Metarrhizium anisopliaedi lapang sangat dipengaruhi oleh tingkat virulensi,

viabilitas dan konsentrasi spora.

Dosis penggunaan Metarrhizium anisopliae berbentuk powder yaitu 3 – 4 kg/ha dengan

kebutuhan larutan semprot 400 – 500 liter. Dalam aplikasi di lapangan perlu

ditambah detergen untuk menghilangkan ketegangan permukaan spora sehingga terpisah

satu dengan yang lain. Di samping itu perlu ditambah gula pasir untuk nutrisi

tambahan bagi Metarrhizium anisopliae (untuk tiap tangki ukuran + 10 liter

ditambahkan 1 (satu ) sendok teh detergen dan 2 (dua ) sendok teh gula pasir).

Waktu aplikasi sebaiknya pada sore hari untuk menghindari sinar ultra violet

yang akan menurunkan efektifitas cendawan Metarrhizium anisopliae.

 

 

      Ulat api

Ulat api sehat dan terinfeksi Metarhizium Anisopliae
Oryctes Terinfeksi Metarhizium Anisopliae

Oryctes Terinfeksi Metarhizium Anisopliae

 

 100persen  underlicen   ppgmutu