Rekomendasi Pemupukan Kelapa Sawit Pada Lahan Marjinal

Rekomendasi Pemupukan Kelapa Sawit Pada Lahan Marjinal

 

Tekstur Inceptisol

Industri kelapa sawit nasional terus menunjukkan perkembangan yang signifikan seiring dengan semakin membaiknya pasar komoditas dunia. Sampai saat ini nilai jual CPO bertengger berkisar USD 1,000 /metrik ton sehingga berdampak pada pelaku bisnis perkebunan sawit untuk memaksimalkan produksi dan menggenjot kinerja perusahaan. Persaingan di bisnis komoditas lebih pada cost, productivity,culture, dan sustainability; karena pelaku bisnis tidak bisa menentukan harga jual tandan buah segarnya. Di sisi lain, pemain-pemain baru mulai masuk ke industri ini. Proses akuisisi perusahaan, jual beli perusahaan, perolehan lahan baru, aturan pemerintah, sorotan publik, peran LSM, dan keterbatasan kesesuaian lahan, mengkondisikan para pelaku bisnis mau tidak mau harus berpikir ekstra keras untuk intensifikasi produksi. Diantara langkah teknis yang diambil oleh beberapa perusahaan adalah dengan (1) merekondisi lahan marjinal, (2) mendaur-ulang limbah agar bisa dimanfaatkan, (3) mengoptimalkan produksi dengan perbaikan perlakuan, (4) mengintegrasikan perkebunan dengan peternakan, dan lain-lain.

.

Tanah Marjinal jenis Inceptisol

Tanah Marjinal jenis Inceptisol

MEREKONDISI TANAH MARJINAL

Salah satu jenis tanah marjinal yang banyak direkondisikan untuk usaha budidaya tanaman sawit adalah tanah jenis Inceptisol. Tanah ini merupakan salah satu jenis tanah mineral yang masih muda, pelapukan belum lanjut, dan sifatnya sangat tergantung dari bahan induknya.

Problem pemupukan pada tanah-tanah inceptisol sangat bervariasi bergantung dengan kondisi fisik, kimia dan biologi tanah. Hal ini sangat dimungkinkan karena sifat tanah inceptisol sendiri untuk satu daerah akan sangat berbeda dengan daerah lainnya. Berapa kandungan bahan organik, berapa besar nilai kapasitas pertukaran kation, maupun kejenuhan basanya.

Sifat umum tanah-tanah inceptisol antara lain:

  1. Kandungan bahan organik berkisar 10 – 30 % (rata-rata dibawah 20%)

  2. Lapisan ketebalan bahan organiknya biasanya kurang dari 30 cm

  3. Biasanya tanahnya bertekstur ringan (kecuali yang kadar lempungnya tinggi)

  4. Kandungan P rendah

  5. Jerapan Al dan Fe tinggi

  6. pH berkisar 5 – 7

  7. Kisaran kejenuhan basa sangat variatif antara 0 – 70%

  8. Kandungan unsur hara bervariasi (rendah sampai tinggi)

  9. Produktifitas lahan juga bervariasi (rendah sampai tinggi)

.

Permeabilitas Tidak bagus

Permeabilitas Tidak bagus

Hipotesa

Dari hasil survey lapangan dan data pendukung teknis yang didapat atas sifat dan ciri ciri tanah inceptisol, kami berhasil mengidentifikasi permasalahan dan membuat langkah penanganan sebagai berikut:

  1. Diperlukan pemupukan dengan unsur hara Makro Esensial yang cukup (N, P, K).

  2. Diperlukan Pemupukan dengan unsur hara Mikro Esensial yang cukup (Mn, Cu, Zn, B, dan Mo)

  3. Diperlukan penambahan bahan organik tanah sehingga Carbon Organik dan Nilai Tukar Kation tanah (KTK) meningkat

  4. Diperlukan probiotik (Rhizobacterium) sehingga kesuburan biologis meningkat

  5. Diperlukan Hormon pemacu pertumbuhan dan hasil produksi.

  6. Diperlukan menambahkan nutrisi langsung (asam asam lemak dan asam asam amino) bagi tanaman sawit guna memberikan efek instan pada kenaikan jumlah dan mutu (kualitas) Tandan buah segar sawit.

.

Sawit Pada Tanah Marjinal

Sawit Pada Tanah Marjinal

Dari hipotesa yang telah ditetapkan, maka diperlukan aplikasi pupuk yang mengandung ke-enam aspek tersebut diatas. Harapannya adalah Perkebunan kelapa sawit pada tanah-tanah marjinal akan mampu memperlihatkan perubahan significans pada perubahan kondisi tanah yang tidak hanya memberikan dampak terhadap kesuburan kimia, tetapi juga kesuburan fisik, biologis dan juga berdampak pada peningkatan pelapukan tanah secara simultan dalam jangka waktu yang relatif cepat bahkan peningkatan yang nyata pada kuantitas dan kualitas hasil produksi.

GROOMY PALMA

Adalah pupuk hayati/ Biofertilizer Plus yang diformulasikan dari hasil uji riset tanah (soil),

hara tanaman (plant nutrition), dan sistim pemupukan tanaman (agriculture fertilizer system).

Mengandung unsur hara:

  • Makro : Nitrogen (N), Phosphor (P), dan Kalium (K)

  • Mikro Sekunder : Calcium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur (S) dan Clorida (Cl)

  • Mikro Esensial: Mangan (Mn), Cuprum (Cu), Zink (Zn), Boron (B), Molibdenum (Mo)

        dan Ferum (Fe)

  • Mikro Non Esensial: Natrium (Na), Silikon (Si), Cobalt (Co)

  • Mengandung Asam Humat / Humic acid (HA) yang cukup untuk meningkatkan kemampuan

        mengikat air (water holding capacity) pada rhizozphere.

  • Dilengkapi dengan bakteri Rizobacterium sehingga mampu Mensinergikan ketersediaan

        unsur hara makro dan mikro dengan meningkatkan mekanisme penguraian unsur hara

        dalam tanah.

  • Dilengkapi dengan hormon yang menstimulir pertumbuhan (auxin dan giberellin) serta untuk

        meningkatkan kuantitas produksi dengan menambahkan hormon penghambat pembentukan

        ethylene.

  • Dilengkapi dengan nutrisi berbasis asam amino dan asam lemak yang bermanfaat dalam

        mengoptimalkan kerja sel dalam mensintesa carbon (C) hidrogen (H) dan oksigen (O)

        menjadi Minyak sawit

.MEKANISME

Pupuk hayati/ Biofertilizer GROOMY PALMA diformulasikan untuk mencukupi

tidak hanya kebutuhan unsur makro tapi juga mikro baik yang essensial maupun

yang non essensial. Hal ini dimaksudkan agar tanah yang kritis dalam hal

penyediaan unsur hara dapat menopang pertumbuhan dan hasil tanaman

kelapa sawit yang dibudidayakan.

Kandungan Plant Growth Promoting Rhizobacterium (PGPR) pada Formulasi

pupuk hayati GROOMY PALMA bermanfaat untuk:

Bio Fertilizer

Mensinergikan ketersediaan unsur hara makro dan mikro dengan meningkatkan mekanisme penguraian unsur hara dalam tanah oleh bakteri sebagai berikut:

  • Bakteri pemfiksasi nitrogen (Azospirillum, Rhizobium, Bradyrhizobium)

  • Bakteri pemfiksasi Fe3+ oleh Pseudomonasfluoresens

  • Bakteri pemfiksasi sulfur (Thiobacillus)

  • Bakteripelarut fosfat dari kelompok Bacillus dan pseudomonas

  • Bakteri Pereduksi Mangan untuk meningkatkan Mn2+

Bio Protectant:

Meningkatkan ketahanan sistemik tanaman dari serangan hama dan penyakit tanaman:

  • Pertahanan Struktural

               Bertindak sebagai penghambat fisik Pmenghambat pathogen

               untuk masuk menghambat patogen menyebar.

  • Reaksi Biokimia

               Terjadi di dalam sel dan jaringan, dihasilkan senyawa toksik guna

               menciptakan kondisi yang menghambat pertumbuhan pathogen

Bio Stimulant:

Mempercepat pertumbuhan sebagai hasil dari kerja hormon tumbuh (auxin,

giberellin dan cytocinin) serta meningkatkan kuantitas produksi oleh hormon

penghambat pembentukan ethylene.

Kelengkapan Pupuk Hayati GROOMY PALMA dengan kandungan Nutrisi instant

(asam lemak dan asam amino) mampu memaksimalkan proses kerja sel

tanaman dalam mengambil bahan dari alam melalui proses fotosintesis berupa

pengambilan carbon, hidrogen dan oksigen baik dari udara maupun air.

Dengan proses kerja sel yang maksimal :

  • Jumlah chlorophyl daun sebagai dapurnya tanaman ditunjukkan dengan

        warna yang lebih hijau

  • Ketersediaan asam lemak yang cukup akan mempermudah terbentuknya

        Phospholipid cell sehingga permeabilitas membran sel akan

        mengoptimalisasi keluar masuknya bahan makanan ke dan atau dari dalam

        sel. Permeabilitas sel meningkat ditandai dengan daun yang lebih lentur.

  • Ketersediaan asam amino akan memacu terbentuknya Acetyl Co Enzim A

        yang mendorong dalam kemampuan sel membentuk minyak. Peningkatan

        kemampuan sel membentuk minyak ditandai dengan rendemen meningkat.

.

Apa saja Kandungan dalam Groomy:

1. Unsur Hara Makro:

     N : 3.8 % P2O5 : 4.98 % K2O: 2.7 % C Organik : 4.83 %

2. Unsur hara Mikro:

    Calcium, Magnesium, Sulfur, Boron, Silenium, Ferum, Cuprum, Mangan,

    Molibdenum, Zinc dll

3. Mikroba Rhizobacterium:

  • Bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas palustris; Rhodobacter sphaeroides)

  • Bakteri asam laktat(Lactobacillus plantarun; Lactobacillus casei;

         Streptococcus lactis)

  • Actinomycetes (Streptomyces albus; Streptomyces griseus)

  • Cendawan Anthagonis ( Trichodermabasiana)

  • Yeast (Saccharomyces cerevisiae)

  • Bakteri pemfiksasi nitrogen (Azospirillum, Rhizobium, Bradyrhizobium)

  • Bakteri pemfiksasi Fe3+(Pseudomonasfluoresens)

  • Bakteri pemfiksasi sulfur (Thiobacillus)

  • Bakteripelarut fosfat (Bacillus dan pseudomonas)

  • Bakteri Pereduksi Mangan untuk meningkatkan Mn2+

4. Hormon perangsang pertumbuhan (auxin dan giberelin) serta hormon

    penghambat produksi ethylene

5. Asam Amino dan Asam Lemak

 

Produk Terkait GROOMY

2014508100536