PROBIODEX

h probiodex

 

PROBIODEX

Pengurai Bahan Organik Terlengkap dan Tercepat

  • Merupakan produk pengembangan Biotekhnologi modern berbentuk padat
  • Sediaan berbentuk Tepung dan Granulle (diameter 1- 3 mm), berwarna coklat.
  • Sediaan berbentuk Cair berwarna coklat susu.
  • Berisi koloni mikroorganisme, merupakan kultur campuran berbagai jenis mikroorganisme bermanfaat sebagai inokulan untuk meningkatkan keragaman mikroba pengurai guna kepentingan pada industri pupuk dan industri pengolahan limbah (padat maupun cair).
  • Koloni mikroorganisme bersifat Aerob dan fakultatif an aerob.
  • Digunakan sebagai starter pada proses dekomposisi bahan organic (composting) dan penanganan berbagai limbah Agroindustri lainnya.

Kandungan Probiodex:

  •  Bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas palustris; Rhodobacter sphaeroides)
  • Bakteri asam laktat(Lactobacillus plantarun; Lactobacillus casei; Streptococcus lactis)

  • Actinomycetes (Streptomyces albus; Streptomyces griseus)

  • Cendawan Anthagonis ( Trichoderma basiana)

  • Yeast (Saccharomyces cerevisiae)

  • Bakteri pemfiksasi nitrogen (Azospirillum, Rhizobium, Bradyrhizobium)

  • Bakteri pemfiksasi Fe3+(Pseudomonasfluoresens)

  • Bakteri pemfiksasi sulfur (Thiobacillus)

  • Bakteripelarut fosfat (Bacillus dan pseudomonas)

  • Bakteri Pereduksi Mangan untuk meningkatkan Mn2+

 

 

decomposition

1. Composting

  • Proses pelapukan bahan organik limbah pertanian maupun peternakan biasanya berlangsung secara alami dilakukan oleh mikroorganisme tanah sehingga unsur hara tanah (plant nutrien) menjadi tersedia bagi tanaman. Bakteri merupakan mikroorganisme terpenting dalam proses pelapukan/ dekomposisi. Proses pelapukan secara alami akan dilakukan oleh 3 – 4 milyar

  • Bakteri yang terdapat tiap gram bahan organic. Proses berlangsung 3 12 bulan tergantung bahan organik yang dilapukkan.

  • Penambahan PROBIODEX®pada proses dekomposisi akan banyak menghemat waktu proses, hal ini karena koloni bakteri terpilih yang ditambahkan akan membantu mengurai unsur / senyawa komplek menjadi unsur / senyawa yang lebih sederhana melalui proses enzymatic.

  • Bakteri PROBIODEX®akan bekerja optimum jika kadar air dipertahankan 60% dan suplai oksigen cukup.

  • Hasil samping pada proses dekomposisi berupa CO2, H2O dan energi berupa panas.

  • Proses dekomposisi:

proses

Variasi suhu yang dihasilkan harus mencapai minimal 700 celcius dengan grafik spt dibawah ini:

temp

2. Pemanfaatan Pada Waste Water Treatment       

Prinsip peredaran Nitrogen bebas pada alam dalam realita sangat dipengaruhi oleh peran bakteri. Pemanfaatan       bakteri selain digunakan pada prinsip penyuburan tanah, telah lazim digunakan pada pengendalian kualitas air guna mengatasi cemaran.

Beberapa generasi bakteri yang hidup bebas di dalam tanah mampu untuk mengikat molekul-molekul nitrogen guna dijadikan senyawa-senyawa pembentuk tubuh mereka, misalnya protein. Jika sel-sel itu mati, maka timbulah zat-zat hasil urai seperti CO2 dan NH3 (gas amoniak). Sebagian dari amoniak terlepas didalam udara, dan sebagian lain dapat dipergunakan oleh beberapa genus bakteri untuk membentuk nitrit. Nitrit dapat dipergunakan oleh genus bakteri yang lain untuk memperoleh energi dari padanya. Oksidasi amoniak menjadi nitrit dan oksidasi nitrit menjadi nitrat berlangsung didalam lingkungan yang aerob. Peristiwa seluruhnya disebut nitrifikasi. Tahap pertama, yaitu pengoksidasian amoniak menjadi nitrit dilakukan oleh nitrosomonas, Nitrosococcus dan beberapa spesies lainnya.

2 NH3 + 3 O2 ————————–>2 HNO2 + 2 H2O + energi

Nitrisomonas, Nitrosococcus

Sedangkan pengoksidasian nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh Nitrobacter dengan model sbb:

2 HNO2 + O2 ——————————- 2 HNO2 + energi

                                        Nitrobacter

Apakah ada penyusunan NH2 langsung dari N2 di udara, hal ini belum diketahui dengan pasti. Reduksi dari N2 menjadi NH2 itu disebut amonifikasi. Genus Bacillus yang hidup anaerob dikatakan dapat melakukan amonifikasi.

       Bakteri Penambatan.

Genus-genus bakteri yang dapat mengikat N2 di udara ialah Azotobacter, Clostridium dan Rhodospirrilum. Juga  alga biru Nostoc dan Anabaena dikenal sebagai pengikat N2. Selanjutnya ada dikenal genus bakteri yang mampu pula mengikat N2 bebas, akan tetapi hanya dalam hidup persekutuan dengan tanaman suku besar leguminosae. Genus bakteri Rhizobium.

Azotobacter (ditemukan oleh Beyerinck, 1901) sifatnya pleomorfik, bentuk sel-sel ada yang hampir bulat seperti kokus dan ada pula yang panjang seperti basil, flagel peritrik, hidup didalam lingkungan netral dalam tanah yang basah, berudara serta mengandung cukup zat organik. Penambahan nitrogen dilakukan giat pada waktu pembelahan. Hal ini kiranya perlu untuk penyusunan bahan bagi sel-sel baru.

Clostridium pasteurianum (ditemukan oleh Winogradsky, 1893) dan beberapa spesies lainnya dapat hidup dalam berbagai kondisi tanah dan oleh karena itu lebih banyak terdapat di tanah daripada Azotobacter, Clostridium hidup dalam lingkungan anaerob.

Rhodospirillum rubrum (suatu spesies yang mengadakan fotosintesis) dan beberapa spesies bakteri lainnya diketahui pula kemampuannya untuk mengikat N2 bebas, setelah diadakan eksperimen-eksperimen dengan menggunakan N15.

Rhizobium (yang terkenal adalah Rhizobium leguminosarum) adalah basil yang gram negatif yang merupakan penghuni biasa didalam tanah. Bakteri ini masuk melalui bulu-bulu akar tanaman berbuah polongan dan menyebabkan jaraingan agar tumbuh berlebih-lebihan hingga menjadi kutil-kutil. Bakteri ini hidup dalam sel-sel akar dan memperoleh makanannya dari sel-sel tersebut. Biasanya beberapa spesies Actinomycetes kedapatan bersama-sama dengan Rhizobium dalam satu sel.

Nitrifikasi dan Denitrifikasi.

Proses nitrifikasi adalah proses oksidasi, jadi hanya berlangsung lancar didalam tanah yang cukup ventilasi. Klau pengudaraan kurang peristiwa sebaliknya akan terjadi yaitu proses denitrifikasi, dimana nitrat direduksikan hingga terbentuk nitrit dan amoniak zat-zat ini tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuh-tumbuhan. Mikroorganisme-mikroorganisme yang mengadakan reduksi ini masuk golongan bakteri denitrifikasi, secara taksanomi mereka itu dari genus Pseudomonas, Micrococcus, Bacillus Beggiatoa.

 

aplication

 

  1. Sebagai Starterproses dekomposisi bahan organiksbb:

  • Bahan organik (kohe dan bahan org lainnya)= 80 %

  • Abu (arang sekam) = 10 %

  • Calsit/ Dolomit = 10 %

  • PROBIODEX® = 0.25 %

  1. Aplikasi pada Waste water treatment:

        1 kg untuk 1m3 limbah

dex decomposition

lokasi

flow

 

MANFAAT:

Proses dekomposisi dengan menggunakan bakteri memiliki keunggulan :

  • Proses berjalan alami, waktu proses relatif singkat, tidak menggunakan bahan-bahan kimia, biaya murah.

  • Proses ramah lingkungan (hasil samping CO2 dan H2O).

  • Dihasilkan produk berupa pupuk organic berkualitas, aman dan stabil, biasa disebut FINE Compost

  • Standart pupuk organik berkualitas diantarannya : Bebas biji tanaman liar; Bebas Bau; Bebas bakteri pathogen; Bebas parasit dan telur-telurnya; Bebas racun tanaman.

  • Pupuk organik yang dihasilkan mengandung hara makro dan mikro esensial serta jamur antagonis guna melindungi perakaran dari jamur tular tanah

https://i2.wp.com/agrikencanaperkasa.com/wp-content/uploads/2014/03/pack-25.jpg

 ppgmutu underlicen100persen