PROBIOTA

01probiota

PROBIOTIC FOR AQUACULTURE

 

02probiota kg

03aproach ok

 

PRObiota ®

merupakan solusi unik meningkatkan kualitas siklus kehidupan perairan secara alamiah, dengan menggunakan tekhnologi formulasi bakteri.

PRObiota ® 

diformulsasikan dalam bentuk granulle, berisi koloni bakteri yang menguntungkan (probiotik) dan dilengkapi dengan unsur hara makro dan mikro guna meningkatkan kesuburan dasar tambak .

PRObiota ®

berperan dalam melengkapi dan mendorong kehidupan mikroba pengurai dasar tambak, nerangsang terbentuknya plankton serta menciptakan dominasi bakteri sehingga vitalitas dasar tambak meningkat, ekosistim perairan menjadi stabil dan seimbang.

Kondisi Tambak Udang Saat ini:

  • Akumulasi Polutan di dasar tambak

  • Densitas budidaya tidak bisa tinggi

  • Kelangsungan pemeliharaan rendah

  • Survival ratio rendah

  • Pemakaian obat-obatan bacteriocid yang kuat dan antibiotik tinggi

  • Pakan yang Mahal

Degradasi Ekosistim Air dan Dasar Tambak:

Kondisi usaha budidaya perairan diIndonesia saai ini telah mengalami degradasi ekosistem air dan dasar tambak/kolam yang disebabkan karena :

  • Densitas budidaya yang tinggi

  • Masa pemeliharaan yang singkat dan berlangsung terus menerus

  • Pemberian pakan ekstra tinggi

  • Terakumulasi Polutan: Sisa-sisa pakan, feces dan endapan kulit udang

  • Pemakaian obat-obatan bacteriocid yang kuat dan antibiotik secara berlebih

Akibat degradasi ekosistem air dan dasar tambak/kolam diantaranya :

  • Udang/ikan stress sehingga menekan antibodi

  • Nafsu makan udang/ikan menurun, terjadi tumpukan pakan pada dasar tambak

  • Ekosistem perairan goyah, bakteri patogen serta virus mulai menyerang

  • Selanjutnya dapat dipastikan banyak udang/ikan yang mati, dan terjadilah akumulasi Bahan Organik

  • Proses pembusukan dasar tambak berlangsung cepat dan timbullah gas/senyawa berbahaya, misalnya H2S, NO2 dan NH3, PO4, Indol, Scatol

04turrimabio-ikan

05ingridient ok

0607probiota

PRObiota ® diformulasi bentuk powder dan granule, berisi koloni bakteri sebagai berikut:

  1. Bakteri nitrogen mengikat N2

    • Azotobacter

    • Rhizobium leguminosarum

    • Clostridium posteurianum

    • Rhodospirilium rubrum

  2. Bakteri nitrifikasi membentuk senyawa nitrat

    • Nitrosomonas, Nitrococcus, Nitrobacter

  3. Bakteri sulfur membentuk asam sulfat dari S

    • Beggiatoa alba

  4. Bakteripelarut fosfat

    • Bacillus dan pseudomonas

  5. Bakteri pemfiksasi Fe3+

    • Pseudomonasfluoresens

PRObiota ® juga dilengkapi unsur hara makro dan mikro guna kesuburan dasar tambah , terdiri dari:

  • SiO2 : 71,10 % 
  • K2O : 1,80 %          
  • Al + Fe : 13,96 %
  • Na2O :  0,98 %  
  • CaO + MgO : 2,62 %
  • CEC : >125 meq/100grm

08mehcanism

Proses pembusukan limbah organik yang terjadi di dasar tambak membutuhkan oksigen terlarut (disolved oxygen=DO) sehingga kadar oksigen terlarut pada tambak menjadi berkurang/ rendah, dan metabolisme udang pun menjadi terganggu. Bakteri Streptococcus dan Fusarium Oxysporium mengambil “gizi” dan senyawa-senyawa H2S, NO2, NH3, PO4 dan sebagainya. Demikian pula Alga, sehingga perkembangan bakteri pathogen dan alga menjadi tak terkendali.

Pada kondisi ekosistem yang rusak akan berakibat udang menjadi stres, nafsu makan turun tajam, sehingga sisa pakan banyak, dan bakteri pathogen mulai menyerang udang yang kondisinya lemah. Skema kondisi dekomposisi yang berjalan tidak sempurna terlihat skema dibawah ini:

Pembusukan

Micro – BiologicalTreatment :

Menciptakan siklus kehidupan perairan secara alamiah, dengan melengkapi dan mendorong kehidupan mikroba pengurai dan mikroba pembentuk plankton serta menciptakan dominasi bakteri yang pro dengan kehidupan (probiotik) sehingga vitalitas dasar tambak meningkat, dan ekosistim perairan menjadi stabil dan seimbang.

Peredaran Nitrogen

Nitrogen bebas merupakan 79 % dari Udara. Unsur N2 hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuh-tumbuhan, semuanya dalam bentuk nitrat dan pengambilannya khususnya lewat akar. Terbentuk nitrat itu karena jasa-jasa mikroorganisme. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergitik.

Beberapa generasi bakteri yang hidup bebas di dalam tanah mampu unutk mengikat molekul-molekul nitrogen guna dijadikan senyawa-senyawa pembentuk tubuh mereka, misalnya protein. Jika sel-sel itu mati, maka timbulah zat-zat hasil urai seperti CO2 dan NH3 (gas amoniak). Sebagian dari amoniak terlepas didalam udara, dan sebagian lain dapat dipergunakan oleh beberaqpa genus bakteri untuk membentuk nitrit. Nitrit dapat dipergunakan oleh genus bakteri yang lain untuk memperoleh energi dari padanya. Oksidasi amoniak menjadi nitrit dan oksidasi nitrit menjadi nitrat berlangsung didalam lingkungan yang aerob. Peristiwa seluruhnya disebut nitrifikasi. Tahap pertama, yaitu pengoksidasian amoniak menjadi nitrit dilakukan oleh nitrosomonas, Nitrosococcus dan beberapa spesies lainnya.

2 NH3 + 3 O2 ————————–>2 HNO2 + 2 H2O + energi

                 Nitrisomonas, Nitrosococcus

Sedangkan pengoksidasian nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh Nitrobacter dengan model sbb:

2 HNO2 + O2 ——————————- 2 HNO2 + energi

                        Nitrobacter

Apakah ada penyusunan NH2 langsung dari N2 di udara, hal ini belum diketahui dengan pasti. Reduksi dari N2 menjadi NH2 itu disebut amonifikasi. Genus Bacillus yang hidup anaerob dikatakan dapat melakukan amonifikasi.

Bakteri Penambatan.

Genus-genus bakteri yang dapat mengikat N2 di udara ialah Azotobacter, Clostridium dan Rhodospirrilum. Juga alga biru Nostoc dan Anabaena dikenal sebagai pengikat N2. Selanjutnya ada dikenal genus bakteri yang mampu pula mengikat N2 bebas, akan tetapi hanya dalam hidup persekutuan dengan tanaman suku besar leguminosae. Genus bakteri Rhizobium.

Azotobacter (ditemukan oleh Beyerinck, 1901) sifatnya pleomorfik, bentuk sel-sel ada yang hampir bulat seperti kokus dan ada pula yang panjang seperti basil, flagel peritrik, hidup didalam lingkungan netral dalam tanah yang basah, berudara serta mengandung cukup zat organik. Penambahan nitrogen dilakukan giat pada waktu pembelahan. Hal ini kiranya perlu untuk penyusunan bahan bagi sel-sel baru.

Clostridium pasteurianum (ditemukan oleh Winogradsky, 1893) dan beberapa spesies lainnya dapat hidup dalam berbagai kondisi tanah dan oleh karena itu lebih banyak terdapat di tanah daripada Azotobacter, Clostridium hidup dalam lingkungan anaerob.

Rhodospirillum rubrum (suatu spesies yang mengadakan fotosintesis) dan beberapa spesies bakteri lainnya diketahui pula kemampuannya

untuk mengikat N2 bebas, setelah diadakan eksperimen-eksperimen dengan menggunakan N15. Rhizobium (yang terkenal adalah Rhizobium leguminosarum) adalah basil yang gram negatif yang merupakan penghuni biasa didalam tanah. Bakteri ini masuk melalui bulu-bulu akar tanaman berbuah polongan dan menyebabkan jaraingan agar tumbuh berlebih-lebihan hingga menjadi kutil-kutil. Bakteri ini hidup dalam sel-sel akar dan memperoleh makanannya dari sel-sel tersebut. Biasanya beberapa spesies Actinomycetes kedapatan bersama-sama dengan Rhizobium dalam satu sel.

Nitrifikasi dan Denitrifikasi.

Proses nitrifikasi adalah proses oksidasi, jadi hanya berlangsung lancar didalam tanah yang cukup ventilasi. Klau pengudaraan kurang peristiwa sebaliknya akan terjadi yaitu proses denitrifikasi, dimana nitrat direduksikan hingga terbentuk nitrit dan amoniak zat-zat ini tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuh-tumbuhan. Mikroorganisme-mikroorganisme yang mengadakan reduksi ini masuk golongan bakteri denitrifikasi, secara taksanomi mereka itu dari genus Pseudomonas, Micrococcus, Bacillus Beggiatoa.

BIOLOGICAL T

APLICATION

Manfaat Penerapan Micro – BIOLOGICAL TREATMENT

  • Mencegah kerusakan tanah dasar tambak sehingga tetap Fertil

  • Menjaga keseimbangan ekosistim perairan tetap stabil

  • Mengurai sumber pencemaran dan bau seperti H2S, NH3, NO2, Indol dan lendir dasar maupun sekeliling tanggul untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi mikroorganisme Aphatogen.

  • Menekan terjadinya pencemaran, limbah organik, sisa pakan, kotoran, dan mikroorganisme yang mati dapat diurai.

  • Menjaga kestabilan kualitas air, mencegah over blooming algae sebelum benur ditebar.

  • Menciptakan keseimbangan mikroorganisme Apathogen melalui mekanisme dominasi bakteri menguntungkan.

  • Meningkatkan kecernakan dan daya serap pakan, sehingga FCR ditekan, dan meningkatkan laju pertumbuhan.

  • Meningkatkan Survival rate (SR) mengurangi stres.

  • Hasil produk dapat diterima pasar global karena memenuhi standar Kandungan nutrisi tinggi (Nutritional Attribute), aman dikonsumsi (Food safety Attribute), dan ramah lingkungan (Eco-Labelling Atribute).

 Manfaat Probiota

Probiotics for acuaculture, degradation of waste water in aquaculture

PROBIOTA KEMASAN 25 KG (GRANULLE)

TAMBAK DG PROBIOTA

100persenunderlicenppgmutu

 

Probiotics for aquaculture