Beternak Bakteri Dalam Rumen

Beternak Mikroba Dalam Rumen

Tujuan tulisan ini adalah untuk memberi gambaran (mungkin juga) inspirasi tentang utilisasi pemanfaatan hasil ikutan usaha pertanian atau perkebunan melalui ternak ruminansia agar dapat diubah menjadi produk-produk yang bermutu dan bermanfaat bagi umat manusia.

Jumlah penduduk yang besar dan pertambahan penduduk yang pesat akan semakin memperkecil kesempatan penggunaan bahan pangan (foods) untuk dipakai sebagai bahan pakan (feeds).

Ruminansia dapat memanfaatkan bahan alami berupa hasil ikutan usaha pertanian atau perkebunan yang tidak dapat dimakan manusia, sehingga ternak ruminansia menjadi sangat berharga untuk dikembangkan sehingga dimasa depan akan menjadi sumber pangan yang sangat penting.

PROSES PENCERNAAN

Pada ruminansia, proses pencernaan ada tiga tahap dan cukup unik yaitu :

1. Mekanis (dimulut).

2. Fermentatif (oleh mikroba di Rumen dan Retikulum).

3. Enzymatic (oleh enzim hewan induk semang).

Keunikan proses pencernaan pada ternak Ruminansia adalah pada proses fermentatif, karena sistem fermentasi tersebut terletak sebelum usus dan kapasitasnya sangat besar.

Tabel I. Volume Relatif Alat Pencernaan ( % )

Species

Perut

Usus

Cecum

Colon & Rectum

Sapi

70,8

18,5

2,8

7,9

Babi

29,2

33,5

5,6

31,7

Ayam

20,5

20,2

15,9

45,4

Hal tersebut memberi keuntungan :

  1. Produk fermentasi dapat disajikan khusus
  2. Dapat menampung pakan banyak
  3. Dapat memanfaatkan pakan kasar
  4. Dapat memanfaatkan Nitrogen Non Protein ( NPN ) untuk diubah menjadi protein tubuh.
 Tabel II. Alat dan Fungsi Pencernaan Ruminansia

Alat Pencernaan Fungsi

Mulut :

– Memecah ( memperkecil partikel ).

– Mencampur dengan saliva ( buffering ).

– Memecah lanjutan.

Rumen & Retikulum :

– Tempat mikroba memecah selulusa .

– Fermentasi zat pati.

– Mengurai protein.

– Mengubah NPN ——> Protein tubuh.

– Nutrisi exchange dan buffering.

Omasum:   Pengurangan kadar air digesta.

Abomasum :

– Pencernaan secara enzymatic pada protein, lemak dan karbohidrat yang lolos dari rumen dan retikulum 

– Penyerapan nutrient.

Usus Kecil : – Penyerapan Nutrient.

Usus Besar : – Penyerapan air dan Sintesa Vitamin B dan K.

Fungsi PROBIOFEED Pada Utilisasi Hasil Ikutan

Usaha Pertanian atau Perkebunan

Kandungan Probiofeed :

  • Mikroba Lignolitik.
  • Mikroba Selulolitik.
  • Mikroba Amylolitik.
  • Mikroba Proteolitik.
  • Mikroba Lipolitik.
  • Mikroba Nitrogen Fiksasi non Symbiotik.

Ruminansia memiliki kemampuan mencerna pakan kasar dengan bantuan mikroba rumen. Hasil ikutan usaha Pertanian atau Perkebunan rata-rata memiliki kandungan selulosa dan lignin yang tinggi. Selulosa dan lignin biasanya bergabung menjadi ikatan lignoselulosa yang sangat kuat. Rumen tidak memiliki mikroba lignolitik sehingga Ruminansia tidak memiliki kemampuan memecah lignin, apalagi yang terikat dengan selulosa; sehingga Ruminansia tidak dapat memanfaatkan limbah berserat.

Dengan Probiofeed, Ruminansia dapat memecah ikatan lignoselulosa, sehingga lignin bisa dipecah menjadi ikatan yang lebih sederhana dan bermanfaat, selulosa dapat dipecah menjadi sumber energi.

Mekanismenya adalah demikian :

Mikroba pada Probiofeed akan memecah

Ikatan lignoselulosa ———> lignin dan selulosa

Lignin ————-> Polypenol = aromatic compound

Bakteri lignolitik:

Lakase

– Penol oksidase

– Peroksidase

Polypenol mampu mengikat kation NH4+

Kemampuan mencerna Karbohidrat didalam rumen dan reticulum sangat tergantung kepada mikroba karena pada saliva/ludah sapi mengandung enzim Ptialine, sehingga adanya mikroba amylolitik pada Probiofeed akan membantu mencerna Karbohidrat dalam rumen dan reticulum lebih efisien.

Secara alami, didalam rumen dan reticulum sapi terdapat mikroba Nitrogen fiksasi Non Simbiotik. Mikroba ini terikut pada waktu sapi merumput. Pada waktu sapi merumput, akan ikut tercabut akar rumput yang banyak mengandung mikroba Nitrogen Fikasasi Non Simbiotik. Sekarang, karena kebiasaan beternak berubah sapi dikandang dan peternak merumput dengan sabit maka akar rumput tidak terikut.

Dengan adanya mikroba Nitrogen Fiksasi Non Simbiotik pada Probiofeed, akan dapat mencukupi mikroba tersebut didalam rumen dan reticulum.

Fungsi utama dari mikroba Nitrogen fiksasi Non Simbiotik adalah mampu mengikat Nitrogen bebas baik yang berasal dari saliva maupun pakan.

Kemampuan mengikat NPN mikroba Nitrogen fiksasi Non Simbiotik (asli pada rumen dan reticulum) sangat terbatas dan berlangsung berlahan-lahan.

Penambahan NPN pada pakan (misalnya urea) walaupun disertai dengan penambahan karbohidrat tinggi akan berakibat buruk karena :

1. Pakan yang mengandung karbohidrat tinggi tidak merangsang salivasi, sehingga efek buffering berkurang ———-> asam

2. Hasil fermentasi karbohidrat adalah asam lemak astsiri ——-> asam.

Pemecahan urea ——-> CO2 + NH3 pada suasana asam, NH3 akan diubaha menjadi NH4+ dan akan berlanjut menjadi Nitrat yang bersifat racun.

Dengan adanya mikroba Nitrogen fiksasi Non Simbiotik pada Probiofeed, NH4+ akan diikat, sehingga dapat digunakan mikroba proteolitik untuk membentuk mikrobial protein = protein sel tunggal (biomas protein) dan akan masuk kepencernaan berikutnya (abomasum) dan akan diurai secara enzimatik dan diabsorbsi menjadi tubuh dan produk-produk yang bermutu.

Jadi memanfaatkan Probiofeed pada pakan sapi adalah beternak mikroba didalam rumen

 

Produk terkait: Probiofeed