Fermentasi Ampas Tebu (Bagasse)

Fermentasi Ampas Tebu untuk Pakan Ternak Sapi

Andreas Gunapradangga, Ir

Proses fermentasi ampas tebu, prinsipnya sama dengan fermentasi jerami. Hanya karena ampas tebu kandungan Ligninnya tinggi ( +/- 19,7%), Proteinnya rendah (+/- 2 %) dan Total Digestible Nutrientnya (TDN) juga rendah (+/- 28 %)dibanding jerami padi, maka perlu perlakuan khusus agar:

  • Lignin dapat diurai menjadi komponen yang lebih sederhana sehingga bermanfaat dan dapat meningkatkan nilai tukar kation pada pakan.

  • TDN dan proteinnya dapat meningkat sehingga memenuhi syarat sebagai pakan ternak ruminansia.

Keunggulan ampas tebu dibanding jerami padi adalah rendahnya kandungan silika. Kesulitan pada fermentasi ampas tebu apabila kita menggunakan ampas tebu yang sudah dimampatkan, kadang-kadang sulit untuk diurai, tetapi kalau kita menggunakan ampas tebu yang belum dimampatkan, angkutan ke lokasi menjadi tidak ekonomis.

Dosis pemakaian setiap ton ampas tebu adalah 10 kg Urea, 10 kg Probiofeed, 2 kg TSP dan 2 kg Z A.

  • Urea untuk meningkatkan kadar protein ampas tebu.

  • Probiofeed untuk mengurai lignin dan selulosa agar dapat dijadikan sumber energi / menaikkan TDN.

  • TSP sebagai sumber Phosphor.

  • Z A sebagai sumber Sulphur.

  • Nitrogen untuk menstimulir mikroba Pengurai pada Probiofeedagar lebih aktif.

Phosphor dan Sulphur nantinya akan menjadi salah satu mikrobial protein yang bermanfaat untuk ternak.

Untuk mempercepat penguraian, pada waktu penyemprotan dengan air (untuk menaikkan kadar air menjadi 60 %) dicampurkan molases/tetes. Maksudnya adalah untuk menyediakan Realy Available Carbohydrate (RAC) agar fermentasi lebih cepat.

Guna mendapatkan akurasi kadar air bahan baku (ampas tebu) yang akan difermentasi benar-benar 60% adalah dengan cara pengukuran kadar air awal secara analitis (laboratorium) dan untuk penambahan air menjadi 60% menggunakan rumus =

Selisih kadar air X Berat

1 – 60%

Produk Pendukung Probiofeed