Ganoderma Kelapa Sawit

GANODERMA KELAPA SAWIT

Pengenalan dan Penanggulangan Penyakit Busuk Pangkal Batang (Ganoderma) pada Tanaman Kelapa Sawit. Penyakit ini merupakan penyakit terpenting di perkebunan kelapa sawit Indonesia. Pada areal yang terserang, setiap tahun 1-2 persen tanaman kelapa akan mati. Di areal pertanaman kelapa sawit generasi pertama atau kedua tingkat serangan akan lebih tinggi dan lebih cepat. Serangan berat dapat mengakibatkan populasi tanaman yang berumur kurang dari 15 tahun hingga 20-30 persen.

*Penyebab Penyakit

Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit disebabkan oleh jamur patogen Ganoderma boninense.

Gejala Serangan , gejala awal beberapa pelepah daun yang berada di pucuk berwarna pucat seperti kekurangan unsur hara . Gejala Lanjut: 1. Daun mengalami nekrosis dimulai dari daun tua kemudian ke daun yang lebih muda 2. Pelepah daun akan patah dan menggantung. Dan pupus (pelepah daun muda) tidak bisa membuka dan terkumpul lebih banyak dari biasanya (lebih dari 3 pelepah) 3. 6-12 bulan kemudian tanaman akan mati 4. Penampang batang yang terserang berwarna coklat muda dengan garis seperti pita yang disebut daerah/zona reaksi yaitu tempat berkumpulnya gum Bahan buah /Fruting bodies/ terbentuk pada bagian bawah batang atau pada akar yang sakit biasanya badan buah ini muncul ketika tanaman sudah mati atau rubuh.

Tanaman kelapa sawit yang terserang penyakit busuk pangkal batang tampak daunnya menguning dan layu kemudian pelepahnya terkulai ke tanah yang dimulai pada pelepah daun yang tua.

Penyebaran Penyakit.

Infeksi terjadi karena kontak akar sehat dengan akar yang sakit. Peran spora dalam penyebaran penyakit sangat kecil – Agar dapat menginfeksi akar sehat, jamur harus memiliki food base (bahan makanan) yang cukup – Jaringan batang yang sakit merupakan sumber infeksi yang lebih berbahaya daripada jaringan akar yang sakit

*Penanggulangan Penyakit

1. Membersihkan sumber infeksi sebelum penanaman di bekas areal kelapa dan kelapa sawit, lahan harus benar-benar bersih dari tunggul kelapa dan kelapa sawit

2. Mencegah penularan penyakit dalam kebun a. Pohon yang sudah menunjukkan gejala sakit pada daun umumnya tidak dapat ditolong lagi, maka dianjurkan agar pohon tersebut diracun, kemudian ditebang. Tunggul dan akar-akarnya digali dalam radius 60 cm b. Bila ditemukan pohon dengan gejala serangan awal, dapat dilakukan pembelahan surgery. Bagian yang membusuk diambil kemudian luka tersebut ditutup dengan penutup luka (protectant) misalnya ter, arang.

3. Melakukan pengamatan rutin 1-3 kali setahun oleh orang yang telah berpengalaman. Adanya pembusukan di dalam batang dapat dideteksi dengan memukul-mukul pangkal batang

4. Pengendalian secara Kultur Teknis. Untuk menghindari infeksi (Ganoderma) sp dilakukan pembuatan lubang tanam besar (big hole) berukuran 3 x 3 x 0,8 m.

5. Pengendalian secara Hayati. Dapat dilakukan dengan melakukan aplikasi Trichoderma spp atau Gliocladium sp.

6. Pengendalian secara Kimiawi. Pengendalian kimiawi dengan aplikasi fungisida berbahan aktif triadimenol dan Triademorph 10-20 cc untuk menahan perkembangan penyakit.

Produk terkait: GROWBAC