Pengendalian Kutu Putih ( Pseudococcus sp.) pada Tanaman Buah Naga

Pengendalian Kutu Putih ( Pseudococcus sp.) pada Tanaman Buah Naga

kutuputih1

Morfologi :

  • Betina pradewasa dan dewasanya memiliki tubuh kekuningan dengan tepung lilin putih, sering terdapat pengecilan antar segmen.
  • Serangga dewasa betina terbentuk filament-filament pendek bergelombang disekitar tubuh, panjang tubuh 2,5-4 mm, tubuh lembut , oval memanjang sedikit agak rata. Saat dewasa mengeluarkan semacam lilin, elastis, filamen-vilament lilin putih dari pinggiran abdomen untuk membentuk pelindung pada telur-telurnya,
  • Kadang-kadang warna tubuh dari betina dewasa tidak dengan segera nampak jika tertutup oleh sekresi lilin putih. Jantan hidup lebih pendek,
  • kecil, memanjang, antena bersegmen, kaki 3 ps masing-masing berhubungan dengan sebuah pencakar tunggal, satu pasang sayap sederhana dilapisi dengan tepung lilin berwarna putih, satu pasang filamen lilin putih pada bagian posterior dan tidak ada pada bag. Mulut
  • Spesies ini berproduksi secara seksual, dan setiap betina meletakkan sejumlah telur sekali saja.
  • Penyebaran jarak dekat dengan bergerak dengan kaki, sedang untuk jarak jauh dengan angin. Penyebaran juga dapat terjadi oleh vektor seperti hewan, manusia atau tanaman pada saat pemangkasan atau panen, alat tranportasi yang berpotensi menyebarkan dari satu negara ke negara lain.

Gejala Serangan

  • Biasanya menyerang pada bunga atau buah sehingga buah yang dihasilkan akan diselimuti embun jelaga (merupakan asosiasi sekresi kutu dengan cendawan jelaga).

Pengendalian

  • Kultur Teknis
  • Sanitasi kebun dan gulma lainnya.
  • Fisik/mekanis ( Pada Pop rendah disemprot dengan detergent 1 %, eradikasi tanaman terserang dan inang lainya )
  • Kimia ( Penggunaan pestisida yang terdaftar dab diijinkan )