Probiotik Pada Budidaya Perikanan: Perairan Payau dan Perairan Darat

Probiotik Pada Budidaya Perikanan: Perairan Payau (Tambak Udang) dan perairan Darat  (Perikanan Darat)

Manajemen Budidaya Perikanan::

  • Manajemen Pemilihan Lahan & Konstruksi
  • Manajemen Persiapan kolam / Tambak
  • Manajemen Kultur Pakan Alami
  • Manajemen Pemilihan Bibit
  • Manajemen Pemberian Pakan
  • Manajemen Air
  • Manajemen Panen

Kondisi Tambak Saat Ini: TERJADI DEGRADASI EKOSISTEM AIR DAN DASAR TAMBAK/ KOLAM

Sebagai akibat dari :

  • Densitas budidaya yang tinggi
  • Masa pemeliharaan yang singkat dan berlangsung terus menerus
  • Pemberian pakan ekstra tinggi
  • Terakumulasi Polutan: Sisa-sisa pakan, feces dan endapan kulit udang
  • Pemakaian obat-obatan bacteriocid yang kuat dan antibiotik secara berlebih

Akibatnya:

  • Udang/ ikan stress sehingga menekan antibodi
  • Nafsu makan udang menurun, terjadi tumpukan pakan pada dasar tambak
  • Ekosistem perairan goyah, Bakteri patogen serta virus mulai menyerang
  • Selanjutnya dapat dipastikan banyak udang yang mati, dan terjadilah akumulasi Bahan Organik
  • Proses pembusukan dasar tambak berlangsung cepat dan timbulah
  • Gas / senyawa berbahaya, misalnya H2S, NO2 dan NH3, PO4, Indol, Scatol

Proses Dekomposisi tak sempurna = PEMBUSUKAN

Proses pembusukan limbah organik yang terjadi di dasar tambak membutuhkan oksigen terlarut (disolved oxygen=DO) sehingga kadar oksigen terlarut pada tambak menjadi berkurang/ rendah, dan metabolisme udang pun menjadi terganggu.

Bakteri Streptococcus dan Fusarium Oxysporium mengambil “gizi” dan senyawa-senyawa H2S, NO2 NH3 , PO4 dan sebagainya . Demikian pula Alga, sehingga perkembangan bakteri pathogen dan alga menjadi tak terkendali.

Pada kondisi ekosistem yang rusak akan berakibat udang/ ikan menjadi stres, nafsu makan turun tajam, sehingga sisa pakan banyak, dan bakteri pathogen mulai menyerang udang yang kondisinya lemah. Skema kondisi dekomposisi limbah organik yang berjalan tidak sempurna terlihat pada skema dibawah ini.

probiotik1

SOLUSI ???  BIOLOGICAL TREATMENT

Menciptakan siklus kehidupan perairan secara alamiah, dengan melengkapi dan mendorong kehidupan mikroba pengurai dan mikroba pembentuk plankton dan menciptakan dominasi bakteri yang pro dengan kehidupan (probiotik) sehingga vitalitas dasar tambak meningkat, ekosistim perairan menjadi stabil dan seimbang.

Growbac/ Rhizobacterium:

Koloni mikroba terpilih yang diisolasidari alam berfungsi memacu proses penguraan limbah organik ( feces, sisa pakan, bangkai plankton, algae dll) dan merangsang terbentuknya phyto dan zooplankton.

FINE COMPOST:

Pupuk organik berkualitas yang terbuat dari bahan alami, bebas dari bakteri pathogen, bebas parasit, bebas bahan beracun dan mengandung banyak nutrien untuk menyuburkan dasar tambak, dan merangsang tumbuhnya pakan alami bagi budidaya perairan.

Probiota:

Koloni mikroba terpilih yang berfungsi untuk menjaga ekosistim tetap seimbang dan menciptakan dominasi bakteri yang bersahabat dengan kehidupan (probiotik).

APLIKASI PROBIOTIK PD PERIKANAN

  1. Masukkan air dengan kedalaman 10 cm (macak-macak)
  2. Masukkan RHIZOBACTERIUM, dengan dosis:

    * Tambak intensif       : 24 – 36 Kg / Ha

    * Tambak tradisional  : 12 – 18  Kg/ Ha

    *  Jika lumpur tambak terlalu tebal sebaiknya di kuras  terlebih dahulu

  3. Inkubasi selama 7 – 10 hari
  4. Tebar Fine Compost 1,5 – 2 ton / ha pada dasar kolam   secara merata.
  5. Aplikasi pengapuran dengan dolomit dapat dilakukan sekaligus ( 250 – 500 Kg / Ha)
  6. Masukkan air setinggi 10 cm lalu  Inkubasi selama 2 – 3 hari (merangsang pertumbuhan pakan alami)
  7. Tambahkan air sampai ketinggian normal (100 cm), setelah 3 hari tabur PROBIOTA 24 kg (intensif) atau 12 kg (tradisional), hidupkan kincir, biarkan sampai terbentuk plankton ( 7 – 10 hari).
  8. Untuk dominasi bakteri, lakukan pengulangan aplikasi  PROBIOTA setiap 10 hari sekali dengan dosis 6 kg (intensif) atau 3 kg tradisional).

BIOLOGICAL TREATMENT

probiotik2

Manfaat penerapan “ BIOLOGICAL TREATMENT”

  1. Mencegah kerusakan tanah dasar tambak sehingga tetap Fertil
  2. Menjaga keseimbangan ekosistim perairan tetap stabil
  3. Mengurai sumber pencemaran dan bau seperti H2S, NH3, NO2, Indol dan lendir dasar maupun sekeliling tanggul untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi mikroorganisme Aphatogen.
  4. Menekan terjadinya pencemaran , limbah organik, sisa pakan, kotoran, dan mikroorganisme yang mati dapat diurai.
  5. Menjaga kestabilan kualitas air, mencegah over blooming algae sebelum benur ditebar.
  6. Menciptakan keseimbangan mikroorganisme Apathogen melalui mekanisme dominasi bakteri menguntungkan.
  7. Meningkatkan kecernakan dan daya serap pakan, sehingga FCR ditekan, dan meningkatkan laju pertumbuhan.
  8. Meningkatkan Survival rate (SR) mengurangi stres.
  9. Hasil produk dapat diterima pasar global karena memenuhi standar Kandungan nutrisi tinggi (Nutritional Attribute), aman dikonsumsi (Food safety Attribute), dan ramah lingkungan (Eco-Labelling Atribute).