TRICHODERMA SPP

Trichoderma. Spp.

flatten pack tricoderma

002aproach ok

Trichoderma Spp. merupakan agensia hayati dari golongan pathogen cendawan yang berfungsi sebagai agensia antagonis terhadap beberapa cendawan penyebab penyakit tanaman dan juga dapat digunakan untuk pembuatan kompos, karena mempercepat pelapukan bahan organik.

Taksanomi dan karakteristik :

Cendawan Trichoderma Spp. merupakan cendawan mikroskopis yang termasuk dalam kelas Deuteromicetes. Koloninya berwarna hijau muda sampai dengan hijau tua yang memproduksi konidia aseksual berbentuk globus yang tersusun seperti buah anggur dengan pertumbuhan yang cepat. Cendawan ini merupakan agensia antagonis yang banyak digunakan untuk mengendalikan patogen tular tanah.

Klasifikasi cendawan Trichoderma spp adalah sebagai berikut :

                 Kelas : Deuteromycetes

Ordo : Moniliales

Famili : Moniliaceae

Genus : Trichoderma

Species : Trichoderma spp

mehcanism

Beberapa ciri morfologi jamur Trichoderma spp. yang menonjol antara lain :

  1. Koloninya berwarna hijau muda sampai hijau tua yang memproduksi konidia aseksual berbentuk globus dengan konidia tersusun seperti buah anggur dengan pertumbuhan yang sangat cepat.

  2. Jamur tersebut merupakan salah satu jenis jamur mikro parasitic yang artinya bersifat parasit terhadap jenis jamur lain.

Manfaat :

Pemanfaatan Trichoderma Spp. selain sebagai agensia antagonis juga dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk kompos.

  • Mekanisme antagonis adalah akibat persaingan makanan dan tempat tumbuh, pengrusakan dinding sel pathogen dan bersifat antibiosis. Dalam perkembangannya Trichoderma Spp. menghasilkan toksin gliotoksin, Trichodermin, enzime kitinase dan beta 1,3 – glukonase yang dapat menekan pertumbuhan patogen tular tanah (cendawan yang dapat menyebabkan tanaman menjadi sakit) seperti penyakit layu oleh Fusarium sp maupun Pseudomonas sp., Phytium sp, Sclerotium sp., Rhizoctonia sp., Jamur upas, Diplodia, busuk akar/buah, Antraknosa, embun tepung, dll pada tanaman Cabe, Tomat, Melon, Semangka, Kentang, Kobis, Jeruk, Mangga, dll.

  • Trichoderma Spp. termasuk mikroorganisme saprofit tanah yang dapat menguraikan bahan organik seperti karbohidrat (terutama selulosa) dengan bantuan enzim pengurai C1, Cx dan Slubiose.

  • Cendawan Trichoderma spp. efektif pada tanah masam. Pada pH netral, perkecambahan propagulnya terhambat dan bahkan tidak berkecambah pada kondisi basa.

10aplication

Persemaian :

100 g Trichoderma Spp dicampur dengan 50 kg kompos. Untuk media persemaian, dicampur tanah dengan perbandingan = 1 : 1

Pra – Tanam :

Sebelum tanam, 100 g Trichoderma Spp dicampur dengan 50 kg kompos kemudian disebar pada lahan penanaman

Pertanaman :

  1. Untuk penyemprotan, 100 g Trichoderma Spp disuspensikan dalam ± 10 liter air (satu tangki) dengan volume semprot 400 -500 liter/hektar
  2. Untuk pengocoran, 100 g Trichoderma Spp disuspensikan dalam ± 10 liter air (satu tangki) kemudian dikocorkan pada pangkal batang. Dosis tiap tanaman 200 ml.
  3. Waktu aplikasi sebaiknya dilakukan sore hari (pukul 15.30).

fugstopApro Layu fusarium

 

 100persen  underlicen     ppgmutu